Waktu pertama kali gajian tetap, aku bingung banget harus ngapain. Ada dua saran yang masuk ke kupingku, dan dua-duanya kedengaran masuk akal. Temen kantorku bilang, "Nabung dulu di awal, baru sisanya buat jajan." Saudaraku bilang sebaliknya, "Belanja dulu yang penting-penting, baru deh sisa uangnya ditabung."
Aku sempat ngikutin dua-duanya di bulan yang berbeda. Dan jujur, hasilnya beda banget. Bukan cuma soal angka di rekening, tapi soal perasaan tiap akhir bulan. Jadi buat kamu yang baru mulai ngatur uang, aku mau cerita perbandingan ini dari sisi orang yang udah coba dua-duanya.
Nabung di Depan: Rasanya Kayak Dipaksa Disiplin
Cara pertama ini sederhana: begitu gaji masuk, langsung pindahin sebagian ke rekening tabungan. Baru setelah itu kamu pakai sisanya buat hidup. Kelihatannya gampang, tapi eksekusinya butuh niat.
Bulan pertama aku coba, aku sisihkan 20 persen tepat di hari gajian. Sisanya baru aku bagi buat makan, transport, dan jajan. Yang aku rasain? Awalnya agak sesak. Kayak uang yang ada di tangan langsung berkurang drastis, padahal baru juga terima.
Baca juga: Di Dapur Sambil Nggoreng Tempe, Aku Baru Sadar Uang Belanja Bocor
Tapi ada satu efek yang gak aku duga. Karena uang yang aku pegang memang lebih sedikit dari awal, otakku otomatis nyesuaiin. Aku jadi mikir dua kali sebelum beli kopi kekinian. Bukan karena aku tiba-tiba jadi pelit, tapi karena memang gak ada uang lebih yang bisa dipakai.
Nabung di depan itu kayak bayar utang ke diri sendiri duluan. Sisanya baru buat hidup.
Yang bikin cara ini menang di mataku: kamu gak pernah bergantung sama "sisa". Sisa itu sifatnya nebak-nebak. Kadang ada, kadang habis. Kalau kamu nunggu sisa, kamu sebenarnya lagi berharap-harap semoga bulan ini borosnya sedikit. Itu bukan strategi, itu doa.
Belanja Dulu Baru Nabung: Enak di Awal, Nyiksa di Akhir
Cara kedua ini yang lebih natural buat kebanyakan orang. Kamu pakai uang buat kebutuhan dulu, lalu di akhir bulan kamu lihat sisa, baru ditabung. Kedengarannya fleksibel, dan memang fleksibel.
Masalahnya, fleksibel itu pedang bermata dua. Waktu aku coba cara ini, aku ngerasa lebih bebas. Mau beli ini-itu, ya tinggal beli, toh nanti juga ada sisa. Tapi ternyata "nanti ada sisa" itu jarang jadi kenyataan.
Ada aja yang namanya pengeluaran tak terduga. Temen nikahan, HP rusak, atau sekadar lapar tengah malam yang bikin aku pesan makanan. Semua terasa kecil, tapi kalau ditumpuk sebulan, hasilnya lumayan. Ujung-ujungnya tabunganku cuma recehan, atau bahkan nol.
Yang paling aku gak suka dari cara ini adalah rasa was-wasnya. Tiap tanggal 25, aku mulai hitung-hitungan. "Masih cukup gak ya sampai gajian?" Itu stres yang gak perlu, dan aku sadar aku sendiri yang bikin.
Jadi, Mana yang Aku Pilih Sekarang?
Aku pilih nabung di depan. Bukan karena aku orangnya super disiplin, justru sebaliknya. Aku sadar diri kalau dikasih uang banyak di tangan, pasti ada aja yang dibeli. Jadi aku akalin dengan ngambil uangnya duluan sebelum sempat kepakai.
Ada satu trik kecil yang ngebantu banget. Aku bikin rekening tabungan di bank yang beda dari rekening gajian, dan gak aku pasang aplikasinya di HP. Jadi buat narik uangnya aja aku harus repot. Repot itu ternyata bagus, karena bikin aku mikir ulang.
Kalau kamu masih pemula dan bingung mulai dari mana, coba cara ini dulu sebulan. Sisihkan 10 persen aja di awal, gak usah banyak-banyak. Yang penting kamu ngerasain dulu gimana rasanya "kehilangan" uang itu di hari pertama, bukan di hari terakhir.
Yang Sering Kelewat: Kamu Butuh Dua-duanya, Cuma Urutannya Beda
Nah, ini yang aku pelajari setelah beberapa bulan. Perdebatan "nabung dulu atau belanja dulu" sebenarnya agak menyesatkan. Karena kamu tetap butuh dua-duanya. Kamu butuh nabung, dan kamu butuh belanja buat hidup.
Yang bikin beda cuma urutan dan niat. Kalau kamu nabung di depan, kamu memaksa diri buat memprioritaskan masa depan sebelum memuaskan hari ini. Kalau kamu belanja dulu, kamu sebenarnya lagi berharap sisa uangmu cukup. Bedanya tipis di atas kertas, tapi terasa banget di dompet.
Aku juga gak bilang cara kedua itu salah total. Buat orang yang pengeluarannya udah stabil dan tahu persis ke mana uangnya pergi, belanja dulu juga bisa jalan. Tapi buat pemula kayak aku dulu, yang belum tahu pola borosnya sendiri, nabung di depan itu semacam jaring pengaman.
- Coba nabung di depan kalau kamu gampang tergoda belanja dan belum punya catatan pengeluaran.
- Coba belanja dulu hanya kalau pengeluaranmu udah terkontrol dan kamu rutin mencatat.
- Jangan tunggu sisa kalau kamu serius mau punya tabungan, karena sisa itu gak pernah bisa diandalkan.
Intinya, kamu gak perlu jadi ahli finansial buat mulai. Cukup jujur sama diri sendiri soal kebiasaan belanjamu. Kalau kamu tahu kamu tipe yang gampang kalap, ya jangan kasih kesempatan buat kalap. Ambil uangnya duluan, sisihkan, baru jalani sisa bulan dengan tenang.
Dulu aku mikir ngatur pengeluaran itu soal hitung-hitungan rumit. Ternyata buat aku, masalahnya cuma satu: urutan. Nabung dulu atau belanja dulu. Selebihnya cuma soal konsisten sama pilihan yang udah kamu ambil.